Fenomena: Wanita Ini Jalanin Sidang Selama 12 Jam. Lulus?
General Lounge
Spoiler:
-->
Blog sharing mahasiswa tingkat akhir
Dia tidak pernah lelah menjalani sidangnya. Apakah kamu gentar menghadapi sidang skripsi / kompre?
1. breafing sidang skripsi di *lantai 2*, breafing kompre di *lantai 5*. pas sampe kampus kenari langsung aja masuk gedung, gausah tunggu diluar, langsung ke lantai tempat breafingnya. soalnya kalo nanti2 pasti rebutan lift, karna di kampus kenari gaada tangga, dan lift cuma 2, sedangkan yg sidang 350 orang, jadi ngantri bgt
2. nanti abis breafing dikasih kartu sidang sama SK sidang. kartu sidang *dikasih ke penguji* lu pada pas diuji nanti, jangan sampe gadikasih ya. terus *gadibalikin* lagi sama pengujinya, jadi jangan panik kalau kartu sidang lu gadibalikin. tapi kalau SK sidang bisa dibawa pulang.
3. kisi2 buat sidangnya ya, sejauh yg gue perhatiin :
- skripsi : pokonya kuasai materi lu aja. kadang penguji bolak balikin perkataan lu cuma mau liat lu konsisten ga sih sama apa yg lu omongin. jangan ubah2 statmen. pokonya percaya diri aja. yg ditanya pasti seputar skripsi kok, gaakan keluar dr topik.l skripsi.
- kompre : lu pada harus punya rangkuman dari 3 buku yang dipelajari. kalau gapunya rangkuman disuruh keluar, tulis rangkuman dulu. dan rangkumannya gaboleh fotokopian, harus tulis tangan. nanti diujinya, rangkuman lu itu diambil pengujinya, terus ditanya2nya lewat rangkuman itu. enak kan.
kemarin pas gue sidang, ada anak kompre yang ga lulus, soalnya dia ditanya cengar cengir doang, bilangnya grogi, nerveus, lupa. nah lu pada jangan begitu ya, semangat belajar! pasti bisa
4. abis sidang nunggu pengumuman sampe jam 2, nanti nama lu dipanggil disuruh masuk keruang breafing sidang skripsi (yg dilantai 2 tadi), kalau untuk yg ini gue ga bocorin ya kaya gimana, biar berasa sensasi pengumumannya
ada info penting nih :
a. untuk wisuda *23 oktober* ada 2 gelombang :
- gelombang 1 jam *1 siang*
- gelombang 2 jam *7 malam*
kenapa? karna itu hari minggu dan ada acara peringatan sumpah pemuda, jadi semua jalanan dijakarta ditutup sampe siang. dan gunadarma gabisa pindah jadwal wisuda, karna JCC udah full booking.
b. kita semua dapet *beasiswa S2 70%* di gunadarma, jadi kalau mau nerusin silakan, lumayan kan
5. nah yang terakhir, abis selesai pengumuman, jangan lupa ambil *blangko wisuda* didepan ruang breafing, jangan sampe ga ambil, karna itu penting bgt buat ambil ijasah.
Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.
Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.
Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….
Sumber: Valedictorian Speaks Out Against Schooling in Graduation Speech